Kementerian ESDM Evaluasi Ketat RKAB dan Moratorium Smelter Nikel di Sulawesi Tengah
Kementerian ESDM menegaskan pengetatan kuota produksi tambang bijih nikel dan pengkajian moratorium pembangunan smelter baru Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) di kawasan industri Sulawesi Tengah guna menjaga daya dukung cadangan dan stabilitas pasar.
Penerbit: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Minerba)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan langkah penataan dan evaluasi mendalam terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas nikel di wilayah Sulawesi Tengah.
Pemerintah menyoroti pentingnya keseimbangan antara kapasitas pasokan bijih nikel domestik dengan kebutuhan smelter pirometalurgi yang telah beroperasi di Morowali dan Morowali Utara. Langkah pengetatan ini diambil guna mengantisipasi defisit cadangan bijih kadar tinggi (saprolit) sekaligus mendorong percepatan hilirisasi ke arah baterai kendaraan listrik (hidrometalurgi HPAL) yang ramah lingkungan.
Kepala Teknik Tambang (KTT) di seluruh site IUP dihimbau untuk memastikan bahwa realisasi penambangan di lapangan berjalan tepat sesuai dengan persetujuan dokumen RKAB yang telah disahkan oleh Ditjen Minerba.